Ini adalah hari dimana Saint Valentine kembali dikenang oleh seluruh umat manusia. Ga masalah sih buat ngucapin "Happy Valentine" karena begitu banyaknya polemik yang menentang hari peringat St. Valentine ini. But, disini bukan untuk membahas setuju atau ga setuju dengan ucapan dan perayaan Valentine.
Seperti postingan pertama kemaren, akhirnya saya bisa nulis entri kedua ini lagi. Kali ini pake kata "saya' aja yah, supaya lebih sopan..Xixixi....^o^,
Banyak hal yang pengen saya bagi mengenai pengalaman, pemikiran, persepsi, bahkan kalau saya bisa berkeluh kesah juga. No....no....no....misi saya kali ini bukan untuk menebarkan keluh kesah, putus asa, atau hal-hal yang bisa membuat semangat kita down. Indahnya hari sabtu yang identik dengan weekend dan liburan, membuat semangat saya sebagai karyawan kantoran menggebu-gebu, kemudian berpikir...'Sabtu ini enaknya bangun siang, bersih-bersih kamar, masak makanan kesukaan, nonton acara di tv dan nonton film yang sdh di donlot -sebenarnya sih hasil copy paste dari temen,,hehehe..._, makan sepusanya, tidur siang,' atau 'jalan-jalan ke mall ahh....uda lama ga hangout, shopping-shopping -kayak gaya fashionista sosialita-, tapi bukan gaya gw banget sih...!!; atau 'sabtu ini enaknya ngetrip kemana yah? ahh....cuaca kurang mendukung ternyata. sampe di lokasi keburu view nya jelek lah, ombak nya gede lah, aer sungainya kuning lah, dan lahhhhh...lahhhhh...lahhhhh....' So many excuses talking in my mind. Sebagai seorang jomblo ngenes, sabtu dan minggu adalah waktu terbaik buat berleha-leha.
Pengen sih kayak mereka yang pacaran "Beb....malam ini kita dinner dimana?" atau "Yang,,,kenapa yah baju aku makin sempit" atau lagi " Haniii...ketemu orangtua aku yok -gubbrrakkk....kira-kira maksudnya apa yah?-" begitulah macam-macam skenario yang terlintas dipikiran saat mengetahui besok sabtu dan lusa minggu.
Sebagai seorang lulusan farmasi, menyandang predikat apoteker, seharusnya lebih banyak mencemplungkan diri di dunia obat-obatan dan segala hal yang berbau obat-obatan. Awal sewaktu kuliah sih berpikir begitu, setelah lulus kuliah ternyata jiwa nya ga bisa berdiam di wilayah itu....Sama sekali tidak tertarik dengan dunia farmasi. Ada beberapa alasan yang membuat ketertarikan saya memudar. Namun, itu belum saatnya dibahas. Kalau diceritain bisa buat satu jilid novel kayak karangan "Agatha Christie" (harus banget ambil contohnya si mpok Agatha, yang secara fiksi dia ngarangin cerita detektif-detektif gitu, kisah gw kan bukan penuh misteri juga....yahhh...misterinya terkuak setelah hampir 4 tahun gw bergelut didunia kerja ini, Passion nya mungkin baru dapet alfabet "P dan A" doang....hihihihi...)
Kerjaan sekarang ini membawa saya kepada pengalaman bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu itu ada tujuannya loh. Bahkan setiap hal yang diciptakan ada aromanya. Novel fiksi yang berjudul The story of a murderer: Perfume, menyatakan hal yang sama juga, kemampuan penciuman setiap orang memang berbeda, transmitter otak yang mereka punya juga berbeda. Kenapa saat kita mencium aroma sesuatu membawa kita keingat akan hal lain yang "sepertinya aroma ini yah....kayaknya ini aroma ini deh...." Sungguh hal yang sangat biasa tetapi menciptakan pertanyaan, kenapa reaksi setiap orang bisa begitu? apakah mereka menyadari hal itu? Yahhh....itulah kehebatan ciptaan Tuhan yang menghubungkan hidung dan otak. Bermilyar-milyar aroma bisa kita nikmati setiap hari, Dan aroma apakah yang kamu sukai?
Untuk versi Indonesia seperti dibawah
Novel ini tercatat sebagai best seller. Tau novel ini dari kolega, seorang evaluator fragrance di salah satu pabrik fragrance terkemuka di Inggris, She is French, from Versailles and graduatued from ISIPCA -sekolah khusus parfum di negeri mode dunia sana-. Banyak pengalaman kerja yang kita lalui bersama mempromosikan produk ke daerah Jawa dan Bali. Suatu pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan. Sebagai seorang bule yang tidak ngerti bahasa Indonesia sama sekali, dari Prancis -banyak yang ngomong, bahkan mengakui kalau cewek Perancis itu sulit ditaklukan, elegan, high class standard. Setidaknya hal ini benar adanya- tapi base camp dia di Singapore sih, married dengan seorang French man also -cerita si temen sih, dia married tanpa pesta ini itu dan daftarinnya juga di catatan sipil Singapore, dan langsung tinggal bersama. Gw pikir enak banget yah, kenapa di Indonesia mau married aja ribet. Apa karena ada ketimuran kita masih kuat yah? atau tradisi? mungkin juga karena stereotipe-. Dari teman inilah ketertarikan akan dunia wangi-wangian semakin mendalam.
Karena tuntutan pekerjaan yang memaksa agar bisa tahu ini dan itu menggunakan aroma apa, membuat hidung ini jadi lebih sensitif terhadap aroma-aroma yang melintas. Bahkan pernah nyium aroma kentut orang di busway, yang mungkin juga beberapa orang nyium, jadi emang bukan dasar hidung ini doang yang sensitif. weqqqq.......kalau diinget-inget bikin ilsmell banget, ilfeel banget, how can the flatus came out? apakah yang kentut ga bisa mikir yah kalau disamping kiri-kanan muka-belakang isinya manusia semua. saya mencoba berpikir positif, mungkin ni orang lagi kebelet pup, sakit perut, atau kurang sehat. Makanya harus kentut. Saat itu juga muncullah pertanyaan di benak no "Bagaimana suatu aroma yang tidak sedap ini membuat semua orang menutup hidung, bahkan mencurigai satu sama lain" Hahahahaha....sampai saat ini belum ada studi khusus tentang kentut dan senyawa-senyawa kimia apa yang terkandung di dalamnya.
Pada dasarnya, aroma itu memberikan sensasi yang luar bisa bila coba diresapi. Contoh yang paling saya suka adalah udara di kota atau negara lain itu pasti semua berbeda. Sebagai warga negara yang baik dan merupakan warga keturunan asli (hehehe...should be banget), asli nya saya dari Tapanuli. sebuah kabupaten yang terletak di bagian barat pulau sumatera dan berbatasan sangat dekat dengan garis pantai barat Sumatera. Jadi, hidung ini sudah familiar banget sama aroma udara laut dan gunung di kampung nyokap dan aroma perbukitan di kampung bokap yang ga' kalah adem, juga udara dirantauan kota Medan -terkenal dengan slogan Ini Medan bung dan duriannya yang asli buat gw ngilerrr....slurrppp....slurppp...- tempat menimba ilmu racikan obat-obat juga asli jauh banget bedanya. Apalagi aroma udara di kota metropolitan seperti Jakarta. Yah....dengan banyaknya gedung-gudeng tinggi sangat timpang dengan daerah kumuh dipinggiran kali. (Bahkan saya pernah melewati daerah padat penduduk, kumuh dan membuat saya miris dan akhirnya berpikir "Realitas kehidupan apakah harus seperti ini?").
Gambar bidikan sebagian kecil kota Sibolga. Hasil copy paste dari google image. :)
Ternyata banyak pengusaha terkenal berasal dari kota ini. Hasil lautnya yang segeerrrrr abiissss selalu membuat kerinduan untuk pulang.
Hampir 4 tahun bergelut dengan aroma-aroma yang nikmat ini menjadikan hidung ini addicted dengan aroma baru. Ada hampir ratusan jenis sample-sample produk yang tersedia di lab-kantor, dan dari setiap sample menghasilkan aroma yang berbeda. Bahkan sekarang hidung ini jadi lebih sensi dengan aroma tubuh seseorang. Salah seorang teman berasal dari suku di daerah yang dekat dengan Danau Toba, aroma tubuh mereka mengeluarkan khas yang menandakan kalau si teman adalah suku X, begitu juga saat saya jalan ke daerah Jawa Tengah, ketemu teman baru, kenalan dari seorang teman juga, hidung ini mencium aroma tubuh yang khas. Tidak bermaksud mengeleompokkan/stereotip-in aroma suku tertentu, saya mencoba menceritakan pengalaman perjalanan hidung yang unik ini saja. Dengan 2 lubang yang menyertainya membuat hidung menjadi senjata ampuh bagi seorang "Perfumer".
Semua sudah diatur oleh Tuhan, jadi setiap orang pasti mempunyai aroma tersendiri yang menandakan ciri khas orang tersebut.
Nah....bagaimana dengan aroma saya? Yang pasti aroma saya sedap dan menggoda. Hahahahaha.....jadi keinget tahu dan tempe bacem diangkringan di daerah Kelapa Gading yang membuat saya betah makan tiap hari disana. Dengan menu tahu bacem, tempe bacem, nasi teri, pepes jamur dan sate kerang membuat dunia ini lengkap. Kadang-kadang ditemani segelas susu jahe kalau makan nya di kala hujan. Sebenarnya sih karena faktor harga yang sangat bersahabat dengan dompet juga karena penjualnya mengeluarkan aroma friendly and humble (Sayang ga pernah fotoin si bapak).
Sebenarnya apa yang istimewa dari pekerjaan saya? Apa yang istimewa dari aroma-aroma yang menemani 4 tahun perjalanan karir ini? Full of mistery and this really unpredictable before. I believe there's another plan which created by God. I don't know what is it. Thank to God everytime for what i have.